Layanan KRL Dipusatkan di Stasiun BNI City, Pengguna Soroti Kemudahan Akses Pejalan Kaki
PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menghentikan aktivitas naik turun penumpang KRL di Stasiun Karet dan memindahkannya ke Stasiun BNI City mulai 28 September mendatang. Kedepan, bangunan Stasiun Karet bakal difungsikan sebagai selasar penyeberangan (footbridge) yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti travelator.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa integrasi ini dilakukan atas pertimbangan keselamatan serta efisiensi pola operasi kereta. Jarak antarstasiun yang terlalu dekat—sekitar 150 meter—membuat pengereman kereta kerap berdekatan serta meningkatkan risiko keselamatan di area sekitar lintasan.
Di sisi lain, kebijakan ini memicu respons beragam dari para pengguna harian KRL (commuter). Sejumlah penumpang menyambut positif kemegahan dan kenyamanan peron Stasiun BNI City yang lebih luas, namun tak sedikit yang mengkhawatirkan bertambahnya jarak jalan kaki menuju kawasan perkantoran Sudirman.
Guna memastikan kenyamanan para pejuang komuter, fasilitas penunjang jalan kaki dan kejelasan petunjuk arah dipandang menjadi kunci agar masa transisi pengalihan stasiun berjalan lancar.
Dikutip dari tvOneNews.