Gelombang Protes di Shibuya: Warga Jepang Tolak Remiliterisasi dan Tuntut Perubahan Politik
Ratusan hingga ribuan pengunjuk rasa memadati kawasan sibuk Shibuya di Tokyo guna menyampaikan protes keras terhadap kebijakan pemerintah. Massa menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Sanae Takaichi sekaligus menyuarakan penolakan tegas atas rencana revisi konstitusi pasifis yang selama ini menjadi landasan kedamaian Jepang.
Dalam aksi jalanan tersebut, para peserta membawa poster anti-perang serta mengibarkan bendera Jepang dan Palestina. Warga mengekspresikan kekhawatiran mendalam terhadap lonjakan anggaran pertahanan dan perluasan kewenangan keamanan, yang dinilai berpotensi mendorong kembali negara tersebut ke arah militerisme serta mengancam stabilitas kehidupan masyarakat.
Selain itu, para demonstran mengingatkan status sejarah Jepang sebagai satu-satunya negara yang pernah terkena dampak senjata nuklir, sehingga komitmen antiperang harus tetap dijaga. Mereka mendesak agar pemerintah lebih fokus pada kesejahteraan rakyat ketimbang terlibat dalam perpolitikan dan konflik militer global.
Dikutip dari Metro TV.