Dukung Kemandirian Energi, PT KAI Percepat Transisi ke Bahan Bakar B50
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat langkah transisi energi dengan melakukan uji coba penggunaan bahan bakar biodiesel B50 pada sejumlah lokomotifnya. Direktur Utama PT KAI, Bobi Rasyidin, menyatakan bahwa hasil uji coba tersebut menunjukkan dampak positif dari segi operasional maupun teknis.
Penggunaan B50 dinilai jauh lebih efisien dan ramah lingkungan karena 50% komposisinya menggunakan bahan bakar berbasis nabati (renewable) yang dapat diperbaharui, bukan sepenuhnya dari fosil.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari program B50 yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. PT KAI saat ini fokus melakukan penyesuaian sistem operasional dan pemeliharaan agar B50 bisa diterapkan secara optimal di seluruh armada.
Indonesia menjadi negara pertama yang sukses melakukan pencampuran (blending) bahan bakar nabati di atas B20, mengungguli negara lain seperti Brasil yang masih menerapkan B10.
Selain menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM solar/diesel, implementasi B50 diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung komitmen PT KAI dalam menciptakan transportasi berkelanjutan.
Dikutip dari Nusantara TV