Biaya Pengasuhan Anak Melonjak Tajam, Tren Keluarga Kecil Makin Mendominasi di Indonesia
Ukuran keluarga di Indonesia terus mengalami penyusutan secara berkesinambungan. Angka kesuburan total atau Total Fertility Rate (TFR) mengalami penurunan bermakna dari dekade ke dekade.
Data BPS dan PBB mencatat angka kesuburan nasional sempat berada di level 5,61 anak per wanita pada era 1960–1970. Angka tersebut merosot tajam menjadi 2,13 anak per wanita pada 2023.
Penurunan ini menempatkan Indonesia mendekati replacement level atau batas penggantian populasi sebesar 2,1 anak. Penurunan paling signifikan pernah tercatat pada rentang 1970 hingga 1999 berkat masifnya program Keluarga Berencana.
Pola penurunan berlanjut seiring meningkatnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan. TPAK perempuan tercatat melonjak dari 48,87 persen pada 2015 menjadi 56,6 persen pada 2025.
Pergeseran ini tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi juga merambah ke Indonesia Timur. Maluku mencatatkan penurunan TFR paling tajam secara nasional hingga 31 persen pada periode 2010–2025.
Faktor pendorong utama pergeseran ini adalah lonjakan biaya pengasuhan anak dari waktu ke waktu. Biaya persalinan Caesar melonjak hingga 80 persen, sementara biaya susu formula meroket hingga 145 persen.
Peningkatan biaya pendaftaran sekolah dan SPP yang mencapai 70 persen turut membentuk pertimbangan rasional pasangan muda. Kalkulasi ekonomi keluarga pada akhirnya mendorong keputusan untuk membatasi jumlah anak.
Dikutip dari Nusantara TV.