Layanan Tes Dini Diperluas, Kemenkes Klarifikasi Data 1.183 Kasus HIV Usia Muda di Sidoarjo
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklarifikasi data temuan 1.183 kasus HIV kumulatif pada kelompok usia 0–24 tahun di Kabupaten Sidoarjo sejak 2001 hingga Juni 2026. Kemenkes menegaskan peningkatan angka tersebut menunjukkan makin luas dan efektifnya upaya deteksi dini, bukan akibat lonjakan penularan.
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengimbau masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV agar status kesehatan dapat diketahui dan ditangani sejak dini. HIV merupakan kondisi kronis yang dapat dikendalikan secara efektif melalui terapi antiretroviral (ARV) secara teratur.
Berdasarkan rincian data Kemenkes, kelompok usia 18–24 tahun menjadi penyumbang terbesar dengan 1.006 kasus, di mana mayoritas dipicu oleh penularan horizontal pada kelompok laki-laki berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL) sebanyak 521 kasus. Sementara pada kelompok usia 0–10 tahun tercatat 117 kasus yang seluruhnya bersumber dari penularan ibu ke anak (vertikal).
Pemerintah terus memperkuat layanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) melalui tes antenatal rutin guna menekan risiko penularan pada bayi hingga di bawah 2 persen. Kemenkes juga mengajak seluruh lapisan masyarakat menghentikan stigma dan diskriminasi agar orang dengan HIV (ODHIV) tidak ragu mengakses pengobatan.
Dikutip dari Kumparan.com.