Kena Penipuan Terorganisir, Dana Pensiun Malaysia Rugi Rp712 Miliar di eFishery
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan penjelasan resmi kepada parlemen. Keterangan ini terkait kerugian investasi Kumpulan Uang Persaraan (KWAP) pada startup eFishery asal Indonesia.
Investasi KWAP diawali proses uji tuntas dan tata kelola yang ketat. Penilaian saat itu mengacu pada laporan keuangan yang telah diaudit auditor internasional.
Kementerian Keuangan Malaysia mengonfirmasi KWAP menjadi korban penipuan terorganisir. Kasus ini dipicu oleh manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery.
Kerugian serupa juga dialami investor global ternama lainnya. Nama-nama besar seperti Temasek, SoftBank, hingga Northstar turut menjadi korban.
KWAP menginvestasikan sekitar RM163,4 juta atau setara Rp712 miliar. Uang tersebut digunakan untuk membeli 2,51 persen saham eFishery.
Salah satu pendiri eFishery, Gibran Huzaifah, telah dijatuhi hukuman 9 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung. Ia terbukti melakukan tindak pidana penggelapan dan pencucian uang.
Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) telah membentuk tim khusus. Tim ini bertugas menyelidiki kerugian investasi KWAP di eFishery secara menyeluruh.
Dikutip dari Tv One News.