Banjir Impor Peralatan Listrik di KEK, Menkeu Purbaya Cecar PLN dan Kemenperin
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima audiens dari Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI). Pertemuan ini membahas maraknya impor komponen listrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
APPI membawahi 173 pabrik manufaktur dengan total nilai investasi mencapai Rp13,6 triliun. Sektor ini telah menyerap setidaknya 25.000 tenaga kerja lokal.
Produsen dalam negeri sejatinya mampu memproduksi komponen kelistrikan utama. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) transformer dan panel listrik lokal telah mencapai 30 hingga 65 persen.
Meski begitu, produsen lokal kesulitan masuk ke proyek-proyek KEK. Produk impor asal Tiongkok mendominasi karena skema pembebasan bea masuk dan fasilitas khusus.
Desain proyek KEK yang cenderung menggunakan kontraktor dan produk asing makin menyulitkan pemain lokal. Perbedaan harga akibat dugaan dumping juga memperlemah daya saing industri nasional.
Menanggapi hal tersebut, Menkeu cecar perwakilan PLN, BKPM, dan Kementerian Perindustrian. Ia menyoroti perbedaan perlakuan aturan impor antara area KEK dan wilayah luar KEK.
Menkeu Purbaya mendorong harmonisasi aturan penerbitan masterlist impor di KEK. Skema ini disiapkan guna memastikan produk lokal yang sudah diproduksi di dalam negeri mendapat prioritas.
Dikutip dari KOMPASTV.