Pidato Sidang Tahunan MPR 2026: Prabowo Banggakan Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas Senilai Rp360 Triliun
Dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR 2026, Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah langkah strategis pemerintah dalam menjaga kekayaan sumber daya alam dan memperkuat perekonomian nasional. Salah satu pencapaian utama yang disoroti adalah keberhasilan operasional Bank Emas Indonesia.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa setelah satu tahun beroperasi melalui Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Emas kini telah mengelola 153 ton emas dengan taksiran nilai mencapai Rp360 triliun (sekitar 20 miliar dolar AS). Prabowo menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan agar emas Indonesia tidak hanya ditambang di dalam negeri lalu diberi nilai tambah di luar negeri, melainkan harus disimpan dan diperdagangkan di dalam negeri untuk memperkuat tabungan dan pembiayaan nasional.
Selain membahas emas, Kepala Negara juga menyoroti kerugian negara dari sektor ekspor komoditas strategis seperti kelapa sawit (CPO). Prabowo menyentil disparitas harga di mana minyak sawit mentah dijual sekitar Rp15.000 per kilogram di pelabuhan Indonesia, sementara di bursa Rotterdam, Belanda—negara yang tidak memiliki satu hektar pun kebun sawit—harganya bisa mencapai Rp27.000 per kilogram. Hal ini dinilai merugikan Indonesia hingga 50 persen dari potensi nilai komoditas.
Di sektor ketahanan pangan, Presiden juga mendorong pemanfaatan teknologi kloning untuk memperbanyak jumlah ternak sapi guna memenuhi kebutuhan daging nasional. Pidato tersebut juga sempat diselingi momen santai saat Presiden meminta izin meminum kopi di tengah pidato sambil memuji kualitas kopi asli Indonesia.
Dikutip dari Tribunnews.